Penumpang Diduga Dibiarkan Mati di Jalan, Sopir ALS Santai Akui Merokok di Dalam Bus! Adi Warman Lubis Murka: “Ini Bukan Binatang, Ini Manusia!”

Medan,24Hours.id — Gelombang kemarahan publik melanda usai kasus memilukan yang menimpa seorang penumpang bus lintas Sumatera dari perusahaan transportasi raksasa PT Antar Lintas Sumatera (ALS).
Penumpang tersebut meninggal dunia setelah diduga ditelantarkan sopir bus di tengah perjalanan dari Jakarta menuju Medan, Jumat malam (10/10/2025), sekitar pukul 22.00 WIB, di wilayah Solok, Sumatera Barat.
Menurut keterangan keluarga, korban berangkat dari Jakarta pada Rabu (8/10/2025) menggunakan bus ALS dengan tiket resmi. Namun, di tengah perjalanan, korban mulai mengalami sesak napas akibat asap rokok yang dihembuskan sang sopir, meskipun bus ber-AC dan terdapat aturan larangan merokok di dalam kabin.
Kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya sopir menurunkan korban begitu saja di pinggir jalan kawasan Solok. Warga sekitar yang iba menolong korban dan membawanya ke RS Sungai Dareh Solok menggunakan mobil pikap. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu pagi (11/10/2025) pukul 06.45 WIB.
—
Barang Hilang, Keluarga Kecewa Berat
Setelah proses pemakaman, anak korban mendatangi loket PT ALS di Jalan Sisingamangaraja, Medan, untuk mengambil barang-barang milik almarhum. Namun, alih-alih mendapat kejelasan, keluarga justru mendapati tas bawaan korban telah diobrak-abrik, dan beberapa barang berharga hilang, termasuk sepatu baru milik anaknya.
Merasa kecewa dan tak mendapat tanggapan memadai, keluarga akhirnya meminta pendampingan hukum dari LSM TKN Kompas Nusantara yang dipimpin oleh Adi Warman Lubis, sosok yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Pagar UNRI Prabowo-Gibran untuk Negara Republik Indonesia.
—
Sopir Santai Akui Merokok di Dalam Bus
Dalam pertemuan antara pihak keluarga, LSM, dan manajemen PT ALS, sopir bus yang membawa korban dihadirkan untuk dimintai keterangan.
Namun, pengakuannya justru membuat darah mendidih.
Dengan nada santai, sang sopir mengakui bahwa dirinya memang sering merokok di dalam bus, meskipun tahu bus ber-AC dilarang keras untuk merokok. Ia bahkan beralasan bahwa korban turun atas permintaan sendiri, bukan ditelantarkan.
Pernyataan ini sontak memicu kemarahan keras dari keluarga dan LSM.
—
Adi Warman Lubis Meledak: “Ini Manusia, Bukan Binatang!”
Ketua Umum LSM TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, tak kuasa menahan amarah.
> “Ini manusia, bukan binatang! Almarhum punya tiket resmi dari PT ALS. Perusahaan jasa angkutan seperti ALS seharusnya punya tanggung jawab dan empati, bukan lepas tangan begitu saja. Ini menyangkut nyawa manusia!” tegas Adi Warman dengan suara bergetar menahan emosi.
—
ALS Lempar Tanggung Jawab ke Pemilik Bus
Dalam pertemuan lanjutan pada Selasa sore, pihak manajemen PT ALS justru menyebut bahwa insiden tersebut bukan tanggung jawab perusahaan, melainkan tanggung jawab pemilik bus mitra.
Pernyataan itu memicu gelombang kemarahan yang lebih besar.
> “Ini aneh dan tidak masuk akal! Korban naik bus ALS, beli tiket resmi dari ALS, meninggal di perjalanan, barang hilang, tapi mereka bilang bukan tanggung jawab ALS? Di mana hati nurani dan etika perusahaan ini?” tegas Adi Warman.
—
ALS: Kami Turut Berduka dan Akan Evaluasi
Sementara itu, pihak PT ALS melalui pernyataan tertulis menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya penumpang dan membantah tuduhan penelantaran.
> “Kami turut berduka cita atas peristiwa ini. Bus yang digunakan merupakan unit kerja sama dengan pihak ketiga. Kami akan mengevaluasi internal dan memastikan semua awak bus mematuhi aturan, termasuk larangan merokok di bus ber-AC,” ujar perwakilan manajemen PT ALS.
—
Desakan Hukum: Cabut Izin Operasional ALS!
Adi Warman menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
Ia bahkan mendesak Kementerian Perhubungan dan aparat penegak hukum untuk turun tangan menindak tegas PT ALS.
> “Kami minta PT ALS diberi sanksi keras, bahkan kalau perlu dicabut izinnya. Ini bukan soal bisnis, ini soal nyawa manusia! Kami akan kawal sampai keluarga korban mendapat keadilan. Jangan mentang-mentang rakyat kecil dianggap remeh — hukum harus ditegakkan seadil-adilnya!” pungkasnya dengan nada tegas.







