Jerit Lapar Warga Sibolga Berujung Penyerbuan Gudang Bulog, Polisi Kewalahan

Sibolga, 24HOURS.id || 29 November 2025 — Suasana di Gudang Bulog Kota Sibolga, Sumatera Utara, memanas pada Sabtu pagi. Ratusan warga mendatangi gudang tersebut karena kesal bantuan pangan dari pemerintah belum juga masuk, meski sudah dijanjikan sejak beberapa minggu lalu.
Sejak pukul 08.00 WIB, warga dari berbagai kelurahan terlihat memadati area gudang Bulog di kawasan Aek Parombunan. Mereka datang membawa karung dan wadah, berharap bantuan beras segera dibagikan. Namun hingga siang hari, tak ada aktivitas distribusi sama sekali.
“Kami sudah lama menunggu. Katanya beras sudah sampai, tapi nyatanya belum ada. Anak-anak di rumah sudah susah makan,” ujar Fitri, warga Sibolga Selatan, dengan nada kecewa.
Kekecewaan warga pun berubah menjadi aksi spontan. Sejumlah warga mendesak masuk ke area gudang untuk memastikan apakah stok bantuan benar-benar ada. Namun, petugas keamanan gudang tak mampu menahan gelombang massa yang terus berdatangan.
Yang lebih mengejutkan, polisi yang berada di lokasi tampak kesulitan mengendalikan situasi. Beberapa warga sempat berteriak marah karena tak mendapat kejelasan dari pihak berwenang.
“Kami hanya ingin kepastian, jangan terus disuruh sabar sementara perut lapar!” teriak seorang ibu di tengah kerumunan.
Meski aparat kepolisian berupaya menenangkan massa, banyak warga menilai tindakan mereka terlalu pasif. Beberapa bahkan menilai polisi “tidak bisa bertindak tegas” terhadap situasi yang sudah memanas.
Hingga sore hari, kerumunan belum sepenuhnya bubar. Warga masih bertahan di sekitar gudang menunggu kabar resmi dari pihak Bulog. Sementara itu, pihak Bulog Kota Sibolga belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan masuknya bantuan tersebut.
(ken wawan)







